Friday, June 11, 2010


PIALA DUNIA & AGENDA ISRAELJustify Full
Piala Dunia 2010 sudah semakin terasa hangatnya. Seluruh mata dunia, menanti aksi-aksi hebat para pemain. Tetapi kali ini di benua Afrika, tentu punya arti lain buat para pengamat sepak bola, politik, ekonomi dan kajian timur tengah. Berita terbaru (31/5/2010) kebiadaban Israel semakin ganas, kapal kamanusiaan Mavi Marmara yang mengangkut 500 relawan kemanusiaan dari 30 negara diserang,sekitar 19 orang syahid dan 50 orang lainnya terluka. Yahudi Israel menggunakan akal licik. Mereka selalu ada saja alasan untuk menyerang warga Palestin. Dengan majoriti perhatian media dan masyarakat terfokus kepada Piala Dunia, Israel dengan licknya melancarkan aksi teroris, kejahatan jenayah dan pembantaian brutal (baca: anti kemanusiaan) atas penduduk Palestin.

Israel menyerang Saat Piala Dunia Dimulai....
Lebih dari 20 lelaki dan perempuan, termasuk di dalamnya wanita dan anak-anak, telah dibunuh oleh penjahat Israel ,sejak pembukaan Piala Dunia 2006 empat tahun yang lalu. Tapi tak ada yang memberikan perhatian. Kenapa? Apakah Pertandingan Piala Dunia lebih penting daripada kehilangan jiwa-jiwa tak bersalah di Palestin yang dijajah? WASPADA jangan sampai kejadian serupa kembali terjadi di Piala Dunia 2010. Pada 21 Julai 2006, dua penduduk Palestina, seorang wanita hamil dan saudaranya - meninggal, dan 13 orang lainnya terluka, termasuk anak-anak, setelah misi Israel menembak rumah mereka di Khan Yunis dalam wilayah Jalur Gaza. Laporan ini seperti dilaporkan oleh Aljazeera.
Pembantaian Dilakukan Israel ketika Piala Dunia....
Dunia kembali terkejut ketika Piala Dunia 2006 dengan aksi jenayah baru yang dipimpin tentera darat, laut, dan udara Israel terhadap Lubnan sejak 12 Julai 2006. Alasan Israel melancarkan serangan tersebut untuk membebaskan dua prajuritnya yang diculik Hizbullah. Dalam perkembangan berikutnya, alasan tersebut ternyata adalah palsu.Menteri Pertahanan Israel, Amir Perets, secara terbuka mengatakan Israel ingin mengusir Hizbullah dari Lubnan. Bahkan pada 23 Julai 2006 lalu, Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, mengisyaratkan bahawa krisis di Lubnan akan memakan waktu yang lama, hingga infrastruktur Hizbullah di Lubnan dapat dihancurkan. Israel juga secara tegas menolak usul utusan PBB untuk gencatan senjata dalam waktu segera. Mereka beralasan, penghancuran infrastruktur kelompok 'teroris' tidak mengenal erti diplomasi. Akibat dari serangan itu ratusan warga Lubnan meninggal, ratusan ribu penduduk lainnya terusir dari kampung halaman.Pertanyaan yang muncul adalah mengapa Israel sedemikian melancarkan perang pembersihan tanpa membezakan antara orang ramai dan tentera? Bahkan infrastruktur Lubnan dari mulai jalan raya, jambatan, pencawang elektrik, pemancar televisyen, saluran air, juga mengapa ikut dihancurkan? Seandainya tujuan dari serangan tersebut hanya untuk membebaskan dua prajuritnya, mengapa mereka menyerang sedemikian.

Israel Belum Puas Membantai....
Israel tidak pernah puas menyerangi. Tercatat menurut data PBB yang terbunuh seiring dengan Perlawanan Piala Dunia 2006, Israel menculik warga palestin sekitar 1843 orang atau dalam sehari sekitar 30 orang. Antara tahun 1967 hingga 2006, ada sekitar 650.000 tahanan Palestina di penjara Israel. Dan pada tahun 2006, sekitar 8200 warga Palestina diculik Israel. Pejabat pusat HAMAS menyebut dalam laporannya (4/5/2010) bahwa tahun 2009 adalah kedaan terburuk yang dialami penduduk Gaza sejak 1948.Pejabat HAMAS menyatakan: "Sampai akhir tahun 2009 pihak Yahudi semakin ganas menindas masyarakat Gaza sejak 1948". Dalam laporan itu juga ditambahkan bahwa: "Sekitar 10.000 lebih penduduk Gaza dalam keadaan yang menyedihkan, diantaranya yang mengidap penyakit akibat gempuran senjata Yahudi yang bertubi-tubi. Mereka mengalami penderitaan sepanjang hidupnya. Hal ini ditambah lagi dengan kehilangan anggota keluarga mereka, anak kehilangan ibu dll".

Isyarat kebiadan Israel dan Piala Dunia 2010 sudah nampak di depan mata....
31 Mei 2010 adalah saksi sejarah kebiadapan Israel yang telah menyerang kapal kemanusiaan, Mavi Marmara milik Turki yang membawa 500 relawan dan aktifis kemanusiaan peduli Palestin dari 30 negara menuju perairan Gaza. Saat tulisan ini dibuat sekitar 19 orang syahid dan 50 orang lainya terluka. Dunia mengutuk aksi biadab ini, tidak hanya dunia Islam namun seluruh dunia. Klik www.mer-c.org atau www.ihh.org.tr atau http://haluanpalestin.haluan.org.my/

Dunia mengutuk ,kami tidak takut
Itulah ungkapan yang tepat buat Israel. Meskipun dunia mengutuk aksi ganasnya, selamanya mereka tidak akan serik dan terus akan membantai sampai bila-bila.Tak memperdulikan kutukan antarabangsa atas kejahatannya di Palestin, Israel dengan sombongnya menyatakan bahawa ia akan terus mengirimkan serangan udara, darat dan laut. Selamanya orang Yahudi tidak akan tunduk terhadap umat Islam hingga umat ini menjadi alat mereka. Dunia mengutuk kami tidak takut

Bahan Renungan Buat Umat Dunia.....
Piala Dunia 2010 dalam hitungan hari. Penyerangan terhadap kapal kemanusiaan Mavi Marmara, membuka topeng busuk Israel. Sejarah mencatat, empat tahun silam juga ada tragedi kemanusiaan mewarnai Piala Dunia 2006. Pertanyaannya adalah; kesengsaraan anak-anak dan jeritan wanita Palestin ini melekat di hati kita sebagai kebiadaban Israel, ataukah Perlawanan Piala Dunia melenakan dan membutakan kita?

No comments:

Post a Comment